HALSEL – MALUT, MC- Habib (12), siswa SMP Negeri 69 Halmahera Selatan yang kini duduk dibangku kelas VIII terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena kondisi ekonomi keluarga. Sebab jangankan sekolah, memenuhi kebutuhan harian saja keluarganya tidak mampu.
Habib adalah anak dari pasangan Jaka (51) dan Safa Suleman (38). Sang ayah hanya lulusan SD dan bekerja serabutan sebagai petani dan buruh kasar. Penghasilan per bulan kurang dari Rp1 juta.
Sementara sang ibu hanya seorang ibu rumah tangga tanpa penghasilan sama sekali.
Parahnya lagi Habib bersama keluarganya yang berjumlah 8 orang selama ini tinggal dan numpang di gubuk (Eks mes pekerja red) milik PT Bela di Dusun Sungai Ra Desa Wayamiga Kecamatan Bacan Timur.
Dengan kondisi ekonomi keluarga yang memprihatinkan membuat Habib tidak bisa membeli perlengkapan sekolah baik buku, tas, maupun seragam sekolah.
Bahkan saat duduk di bangku kelas dua sekarang Habib tidak lagi masuk sekolah selama hampir 2 bulan. Pihak sekolah akhirnya bergerak mendatanggi rumah Habib. Dipimpin guru wali kelas Ida Royani Sabar bersama guru lainnya pada tanggal 16 Agustus 2026 lalu, menemui Habib dan keluargannya.
Dalam pertemuan tersebut salah satu guru bernama Mirnawati Tidore sepakat mengambil Habib untuk tinggal bersama dirumahnya.
Namun kepastian itu hanya sementara karena kebutuhan Habib masih menumpuk. Ia butuh seragam harian, buku, alat tulis, sepatu, dan biaya transportasi.
“Saya ingin lanjut sekolah,” ucap Habib dengan nada sedih, Kamis (20/08/2026).
Menurut guru wali kelas Ida Royani Sabar bahwa Habib adalah anak yang aktif dan memiliki kehadiran baik. Ia tidak bodoh. Ia hanya kalah oleh keadaan. Kemiskinan orang tuanya yang membuatnya hampir kehilangan hak untuk belajar.
Kisah Habib menjadi cermin pilu di Halmahera Selatan. Ketika anak harus diselamatkan oleh gurunya agar tidak putus sekolah. (*)
Penulis : Tim
Editor : Risman R. Lamitira

















