HALSEL – MALUT, MC- Tokoh agama memiliki peran penting dalam upaya sosialisasi pencegahan dan penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di masyarakat. Peran ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan kepada para Dai dan Mubalig agar ikut serta mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak yang saat ini marak terjadi di Halmahera Selatan.
Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba meminta para Dai dan Mubalig tidak hanya menjadi penyampai pesan keagamaan, tetapi juga ikut mengambil peran dalam pencegahan dan penanganan persoalan keluarga.
Pesan itu disampaikan Bassam saat membuka pelatihan pengenalan dan pembinaan penanganan kasus kekerasan terhadap anak serta KDRT bagi Dai dan Mubalig desa se-Kabupaten Halmahera Selatan berempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan, Kamis (24/09/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Dakwah Ramah Keluarga: Sinergi Dai, Hukum dan Psikologi Menuju Halmahera Selatan Bebas Kekerasan.” dihadiri Forkopimda, Ketua Komisi I DPRD Halmahera Selatan, Ketua TP-PKK, GOW, Kementerian Agama, Ketua Baznas dan para pimpinan OPD.
Tema ini menegaskan bahwa dakwah di tengah masyarakat tidak hanya berbicara mengenai aspek keagamaan, tetapi juga perlu menyentuh persoalan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, pemahaman hukum, serta pendekatan psikologis terhadap korban maupun keluarga yang menghadapi persoalan kekerasan.
Menurut Bupati Bassam Dai dan Mubalig memiliki peran yang sangat krusial dalam mencegah KDRT karena mereka merupakan tokoh agama yang memiliki akses langsung membina mental dan spiritual masyarakat.
Orang nomor satu di Bumi Saruma ini menegaskan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak cukup ditangani setelah kasus terjadi. Namun pencegahan harus diperkuat melalui edukasi, pembinaan, pendampingan, serta dakwah yang menyentuh kehidupan keluarga sehari-hari.
Lanjutnya setiap orang memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin, baik terhadap dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat. Karena itu, kepala keluarga dituntut mampu menjalankan peran menjaga, melindungi dan memberikan rasa aman kepada seluruh anggota keluarga.
Bupati Bassam juga meminta para Dai, PKK, Majelis Taklim, Pemerintah Desa, Baznas dan Instansi terkait membangun sinergi agar persoalan kekerasan dapat dicegah sejak dini dan korban memperoleh pendampingan yang tepat,”pinta Bassam Kasuba dengan penuh harap. (*)
Penulis : Ris
Editor : Risman R. Lamitira

















