HALSEL – MALUT, MC- Fenomena El Nino dengan kategori level kuat mengancam wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. Kondisi ini memicu musim kemarau panjang dan udara terasa panas sedangkan curah hujan secara signifikan berkurang.
Menghadapi dampak tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyampaikan himbauan peringatan dini kewaspadaan perkembangan musim kemarau akibat El Nino kuat hingga sangat kuat di tahun 2026.
Imbauan tersebut dikeluarkan Kepala BPBD Halmahera Selatan, Jakaruddin, S.Pd. M.Pd, guna meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi krisis air bersih serta potensi kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan data yang dirilis BPBD Halmahera Selatan sejak tanggal 31 Juli lalu menyebut status El Nino dan anomali suhu nuka laut di wilayah Nino 3,4 menunjukan menunjukan indeks sebesar +2.26 (katagiri kuat) dan diprediksi BMKG akan berpeluang mencapai level sangat kuat
Kepala BPBD Halmahera Selatan, Jakaruddin, S.Pd. M.Pd mengatakan bahwa awal musim kemarau di Halmahera Selatan terjadi sejak bulan Juli meliputi sebagian pulau Gane, Bacan dan Obi. Sedangkan di bulan Agustus terjadi di pulau Makian, Kayoa dan sebagian Gane Timur.
“Puncak musim kemarau diprediksikan terjadi pada bulan Agustus khusus wilayah Obi. Sementara pulau Bacan, Kayoa, Makian dan wilayaj Gane puncak kemarau berlangsung pada bulan Oktober 2026,”ujar Jakaruddin.
Menghadapi kondisi ini, BPBD Halmahera Selaatn mengimbau pada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daetah (OPD), Camat, Kepala Desa, Stake Holder dan Masyarakat untuk mengantisipasi dampak dari fenomena ini. (*)
Penulis : Ris
Editor : Risman R. Lamitira

















