Miris Siswa SMP Negeri 69 Halsel Terancam Putus Sekolah Karena Miskin

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Habib (12) Didampingi Guru Wali Kelas

Habib (12) Didampingi Guru Wali Kelas

HALSEL – MALUT, MC- Habib (12), siswa SMP Negeri 69 Halmahera Selatan yang kini duduk dibangku kelas VIII terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena kondisi ekonomi keluarga. Sebab jangankan sekolah, memenuhi kebutuhan harian saja keluarganya tidak mampu.

Habib adalah anak dari pasangan Jaka (51) dan Safa Suleman (38). Sang ayah hanya lulusan SD dan bekerja serabutan sebagai petani dan buruh kasar. Penghasilan per bulan kurang dari Rp1 juta.

Sementara sang ibu hanya seorang ibu rumah tangga tanpa penghasilan sama sekali. 

Parahnya lagi Habib bersama keluarganya yang berjumlah 8 orang selama ini tinggal dan numpang di gubuk (Eks mes pekerja red) milik PT Bela di Dusun Sungai Ra Desa Wayamiga Kecamatan Bacan Timur.

Baca Juga:  Ini Rincian Bantuan Logistik Yang Diberikan Pemprov Malut ke Pemkab Halsel

Dengan kondisi ekonomi keluarga yang memprihatinkan membuat Habib tidak bisa membeli perlengkapan sekolah baik buku, tas, maupun seragam sekolah.

Bahkan saat duduk di bangku kelas dua sekarang Habib tidak lagi masuk sekolah selama hampir 2 bulan. Pihak sekolah akhirnya bergerak mendatanggi rumah Habib. Dipimpin guru wali kelas Ida Royani Sabar bersama guru lainnya pada tanggal 16 Agustus 2026 lalu, menemui Habib dan keluargannya.

Dalam pertemuan tersebut salah satu guru bernama Mirnawati Tidore sepakat mengambil Habib untuk tinggal bersama dirumahnya.

Namun kepastian itu hanya sementara karena kebutuhan Habib masih menumpuk. Ia butuh seragam harian, buku, alat tulis, sepatu, dan biaya transportasi.

“Saya ingin lanjut sekolah,” ucap Habib dengan nada sedih, Kamis (20/08/2026).

Baca Juga:  Ini Bukti Kepedulian Kades Susmi Idris Bantu Biaya Wisuda Tiga Mahasiswa

Menurut guru wali kelas Ida Royani Sabar bahwa Habib adalah anak yang aktif dan memiliki kehadiran baik. Ia tidak bodoh. Ia hanya kalah oleh keadaan. Kemiskinan orang tuanya yang membuatnya hampir kehilangan hak untuk belajar. 

Kisah Habib menjadi cermin pilu di Halmahera Selatan. Ketika anak harus diselamatkan oleh gurunya agar tidak putus sekolah.  (*)

Facebook Comments Box

Penulis : Tim

Editor : Risman R. Lamitira

Berita Terkait

Bupati Bassam Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Bilang Begini
Wabup Humanis Sambut BPK RI Evaluasi Pengelolaan BOSP dan BOS di Seluruh Sekolah
Kebakaran Hutan di Halsel Renggut Dua Nyawa, Bupati Bassam Ucapkan Belasungkawa
Gaspol NasDem Halsel Matangkan Persiapan Pelantikan Pengurus DPD dan DPC
Praktisi Hukum Desak Kepala PLN Bacan Dicopot
Pemadaman Listrik Tak Beraturan, PLN Bacan Rugikan Nelayan Halsel
Ruas Jalan Panamboang Menuju Pelabuhan Perikanan dan TPA Marabose Segera di Aspal
Bupati Bassam Hadiri Bimteknas PKS 2026, Sejumlah Isu Nasional Dibahas

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:53 WIB

Bupati Bassam Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Bilang Begini

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Wabup Humanis Sambut BPK RI Evaluasi Pengelolaan BOSP dan BOS di Seluruh Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:25 WIB

Kebakaran Hutan di Halsel Renggut Dua Nyawa, Bupati Bassam Ucapkan Belasungkawa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Gaspol NasDem Halsel Matangkan Persiapan Pelantikan Pengurus DPD dan DPC

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Praktisi Hukum Desak Kepala PLN Bacan Dicopot

Berita Terbaru

Kantor PLN Bacan

Daerah

Praktisi Hukum Desak Kepala PLN Bacan Dicopot

Rabu, 21 Okt 2026 - 10:40 WIB