Di Balik Transisi Energi, Industri Nikel Maluku Utara Hadapi Tantangan ESG

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harita Nickel

Harita Nickel

HALSEL-MALUT, MC- Di tengah berbagai penilaian terhadap praktik industri nikel di Maluku Utara, pakar lingkungan Institut Teknologi Bandung, Dr. Sonny Abfertiawan, menilai industri nikel terus menunjukkan perbaikan dalam aspek lingkungan, tata kelola, dan pengawasan. Menurutnya, meningkatnya peran nikel dalam rantai pasok baterai dan transisi energi global turut mendorong tuntutan yang lebih tinggi terhadap transparansi dan keberlanjutan industri.

“Dulu industri lebih fokus pada produksi dan hilirisasi. Namun kini aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG ikut menjadi perhatian, karena industri nikel Indonesia sudah terhubung dengan rantai pasok global untuk kebutuhan baterai dan transisi energi,” ujar Dr. Sonny Abfertiawan.

Ia menjelaskan bahwa buyer global kini tidak hanya melihat produk akhir, tetapi juga proses produksinya. Karena itu isu seperti keterlacakan atau traceability, emisi, pengelolaan air, monitoring lingkungan, dan tata kelola perusahaan menjadi semakin penting.

“Kondisi ini mendorong perusahaan untuk terus memperkuat pengelolaan risiko, monitoring, dan transparansi karena standar global dan ekspektasi pasar terus berkembang, sehingga kepercayaan publik tetap terjaga” katanya.

Baca Juga:  Bupati Bassam Perintahkan Bentuk Tim Investigasi Kasus "Aborsi" Oknum Kades Terancam Dicopot

Sonny menilai pendekatan sustainability atau keberlanjutan di industri nikel juga tidak bisa lagi dilihat secara hitam-putih antara industri dan lingkungan.

Menurutnya realitas di lapangan jauh lebih kompleks karena industri ekstraktif tetap memiliki risiko lingkungan, namun di sisi lain juga memiliki peran ekonomi dan strategis yang besar dalam rantai pasok transisi energi global.

“Karena itu sustainability bukan berarti tanpa risiko, tetapi bagaimana risiko terus dipetakan, dikelola, dimonitor, dan diperbaiki secara konsisten. Continuous improvement penting karena kondisi lingkungan, teknologi, dan standar global terus berkembang,” jelasnya.

Sonny menambahkan bahwa pengelolaan lingkungan di wilayah tropis seperti Pulau Obi memiliki tantangan tersendiri karena dipengaruhi curah hujan tinggi dan kondisi pesisir yang sensitif. Karena itu, sistem pengendalian limpasan dan kualitas air harus dirancang adaptif mengikuti dinamika alam.

“Di wilayah tropis seperti Obi, sistem pengendalian air limpasan tambang harus dirancang tangguh karena kondisi cuaca bisa berubah cepat, termasuk saat hujan ekstrem. Yang penting adalah memastikan monitoring, evaluasi, dan perbaikan berjalan terus menerus agar tetap memenuhi baku mutu lingkungan,”jelasnya.

Baca Juga:  Astaga! 30 Desa di Halsel Nunggak Pembayaran Iuran BPJS Tahun 2024

Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip good mining practice yang kini semakin menjadi perhatian industri pertambangan global. Dalam konteks itu, standar seperti Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA) dan Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) menjadi penting karena mendorong perusahaan memperkuat tata kelola, monitoring, transparansi, dan pengelolaan ESG secara keseluruhan.

Seperti diketahui, salah satu perusahaan pertambangan nikel di Maluku Utara, Harita Nickel, menjadi perusahaan pertama di Asia yang secara sukarela mengikuti audit IRMA dan RMAP+.

“Harita Nickel merupakan salah satu perusahaan yang cukup serius menerapkan prinsip good mining practice. Namun kondisi alam yang dinamis membuat perbaikan dan adaptasi tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan lingkungan,” katanya.

Pada kesempatan lain, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kawasi, Reinhard Siar, menilai upaya keberlanjutan juga mulai terlihat melalui keterbukaan perusahaan kepada masyarakat.

Menurutnya, Harita Nickel membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kawasan operasional melalui program Jelajah Warisan Budaya, termasuk lokasi budaya bersejarah dan Danau Karo di sekitar area industri.

Baca Juga:  Pejabat Halsel Disebut "Cari Muka" Ramai - Ramai Hadiri Pelantikan di Jakarta

Menurut Reinhard, keterbukaan seperti ini penting agar masyarakat dapat melihat langsung kondisi lingkungan di kawasan operasional perusahaan.

“Kita saksikan langsung bahwa alam di Desa Kawasi, khususnya di sekitar Danau Karo, masih terjaga. Kondisi danaunya jernih dan kawasan di sekitarnya juga masih hijau, berbeda dengan sebagian informasi yang selama ini beredar di luar. Selain itu, danau ini juga memberi manfaat bagi daerah melalui pajak air permukaan yang dibayarkan perusahaan,” ujarnya.

Bagi Sonny, pemantauan lingkungan secara berkala penting sebagai bagian dari early warning system agar perusahaan dapat lebih cepat mendeteksi potensi risiko dan melakukan perbaikan sebelum dampaknya meluas.

“Industri ekstraktif memang memiliki risiko lingkungan yang kompleks, terutama di wilayah tropis seperti Maluku Utara. Karena itu yang penting adalah memastikan monitoring, evaluasi, dan perbaikan berjalan konsisten agar kepercayaan terhadap industri nikel tetap terjaga,” tutup Sonny.  (*)

Facebook Comments Box

Penulis : Tim

Editor : Risman R. Lamitira

Berita Terkait

Bupati Bassam Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Bilang Begini
Wabup Humanis Sambut BPK RI Evaluasi Pengelolaan BOSP dan BOS di Seluruh Sekolah
Kebakaran Hutan di Halsel Renggut Dua Nyawa, Bupati Bassam Ucapkan Belasungkawa
Gaspol NasDem Halsel Matangkan Persiapan Pelantikan Pengurus DPD dan DPC
Praktisi Hukum Desak Kepala PLN Bacan Dicopot
Pemadaman Listrik Tak Beraturan, PLN Bacan Rugikan Nelayan Halsel
Ruas Jalan Panamboang Menuju Pelabuhan Perikanan dan TPA Marabose Segera di Aspal
Bupati Bassam Hadiri Bimteknas PKS 2026, Sejumlah Isu Nasional Dibahas

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:53 WIB

Bupati Bassam Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Bilang Begini

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Wabup Humanis Sambut BPK RI Evaluasi Pengelolaan BOSP dan BOS di Seluruh Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:25 WIB

Kebakaran Hutan di Halsel Renggut Dua Nyawa, Bupati Bassam Ucapkan Belasungkawa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Gaspol NasDem Halsel Matangkan Persiapan Pelantikan Pengurus DPD dan DPC

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Praktisi Hukum Desak Kepala PLN Bacan Dicopot

Berita Terbaru

Kantor PLN Bacan

Daerah

Praktisi Hukum Desak Kepala PLN Bacan Dicopot

Rabu, 21 Okt 2026 - 10:40 WIB