HALSEL – MALUT, MC- Kekeringan yang melanda Kabupaten Halmahera Selatan kini mulai mengganggu pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Pasalnya seluruh sumber air yang dimiliki Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Halmahera Selatan terjadi penurunan debit air baku akibat kemarau menyebabkan air mulai mengering.
Berdasarkan data PDAM Halmahera Selatan Penurunan debit air menyasar seluruh sumber air diantaranya, Kali Mandaong Bacan, Obi, Obi Utara dan Kayoa. Jika kekeringan ini terus berlanjut, maka cadangan air yang dikelola hanya bisa bertahan sampai 30 hari kedepan (1 bulan red). Demikian dikatakan Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, kepada wartawan Jum’at (18/09/2026).
Menurutnya air kali Mandaong kuotanya sudah sangat menipis sehingga jika tidak segera diantisipasi maka bertopensi terjadi krisis air.
“Untuk sumber air kali Mandaong kita punya cadangan, yang jaraknya lebih jauh sekitar 2 kilometer dari sumber saat ini dengan ketinggian 250 meter dari permukaan laut. Disini debit airnya masih cukup tersedia untuk mengantisipasi kebutuhan beberapa bulan kedepan,”ujar Soleman Bobote.
Lanjut ia mengaku pihaknya sudah membentuk tim dan rencana akan turun memindahkan sumber air yang jaraknya sedikit lebih jauh. Menginggat sumber air yang digunakan sekarang sudah mulai mengering.
“Kita punya cadangan sumber air tapi jaraknya sedikit jauh, akan kita coba mengalirkan dari atas, karena sudah terpasang saluran pipa, hanya saja selama ini belum mengunakannya,”tutur Soleman.
Pria asal Orimakurunga Kayoa Selatan ini bilang bahwa PDAM Halmahera Selatan saat ini tidak punya sumber air alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di ibu kota Labuha. Pasalnya air kali Gandasuli saat ini juga mengalami pengurangan debit air sementara kali Amasing tidak bisa di manfaatkan karena posisinya berada di bawah ketinggian sehingga proses pengambilan air harus mengunakan pompa.
“Jalan satu-satunya torang hanya bisa mengunakan sumber air cadangan Kali Mandaong yang berada sedikit jauh dari yang digunakan sekarang ini,”jelasnya.
Begitu pula dengan kondisi di Obi dan Obi Utara bahkan sedikit lebih parah karena debit air kali yang menjadi sumber PDAM sudah menurun drastis. Guna mengantisipasi masalah pasokan air, pihaknya akan mengeluarkan jadwal pemadaman air bergilir selama 3 hari.
Sementara untuk di Kayoa dan Kayoa Selatan PDAM sudah menerapkan jadwal pengaliran bergilir setiap hari per Desa.
“Kalau di Kayoa sudah kami berlakukan jadwal pemadaman air secara bergilir setiap hari,”tandas Soleman. (*)
Penulis : Ris
Editor : Risman R. Lamitira

















