HALSEL, MC – Dua tokoh kunci pejuang pemekaran Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara ,yakni Mohdar Arif (Jougugu Kesultanan Bacan) dan Ramli Hi Adam alias Ambiu (Mantan Ketua KPR), hadir sebagai pembicara dalam acara Dialog bertajuk “Halsel Awal, Saat Ini dan Nanti” yang digelar oleh Gema Suba Kesultanan Bacan.
Acara dialog dalam rangka mengenang kilas balik perjuangan pemekaran Kabupaten Halmahera Selatan, yang saat ini telah berusia 22 Tahun itu digelar di lapangan Merdeka Labuha Bacan, pada Selasa (10/06/2025) malam tadi, dipandu oleh Ketua Gema Suba, Husni Muslim selaku Moderator.
Dalam kesempatan itu juga menghadirkan pembicara lain diantaranya, Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Selatan, Safiun Radjulan dan Ibnu Tufail Iskandar Alam (Juru Tulis Ra Kesultanan Bacan).
Hadir pula sejumlah Pimpinan OKP, LSM, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda di wilayah Kecamatan Bacan.
Acara diawali dengan pemutaran video kesaksian perjuangan Bupati Kabupaten Maluku Utara Al-Haji Muhammad Gahral Adyan Sjah, MBA, yang juga Sultan Bacan ke-20 selaku Pahlawan Pemekaran.
Dalam sambutannya Sultan Bacan Dede Muhammad Irsyad Maulana Sjah, yang dibacakan Juru Tulus Ra Kesultanan Bacan, Ibnu Tufail Iskandar Alam, mengatakan bahwa ayahnya Al-Haji Muhammad Gahral Adyan Sjah, MBA, tidak hanya bertindak sebagai Kepala Daerah (Bupati saat itu red) namun juga sebagai Sultan yang memikul tanggungjawab terhadap rakyatnya.
Dia bilang dengan semangat itulah Ou Ga Sapaan akrab Sultan Bacan ke-20, Gahral Sjah dengan penuh keikhlasan memilih pindah ke Jailolo Halmahera Barat dan meninggalkan seluruh aktivitas di kota Ternate pasca konflik.
Hal itu dilakukan untuk memastikan pembangunan yang dilakukannya harus dimulai dari wilayah paling terdampak.
Bukti nyata lain dari ketulusan beliau Sultan Bacan Ou Ga, terlihat dalan keputusannya untuk melepas lebih dari 2/3 wilayah administratif wilayah Kabupaten Maluku Utara, demi terwujudnya pemekaran wilayah yang sekarang kita kenal dengan nama Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Kepulauan Sula dan lainnya.
Keputusan ini lanjut dia bilang berdampak signifikan pada fiskal daerah termasuk menurunnya dana transfer pusat ke Kabupaten induk.
Namun bagi Bupati Maluku Utara saat itu Gahral Sjah, bahwa kesejahteraan dan konsolodasi jangka panjang jauh lebih uatama dibandingkan kepentingan politik.
Olehnya itu atas nama Kesultanan Bacan berharap kepada seluruh masyarakat dan Pemkab Halmahera Selatan, senantiasa menjaga dan mengankan warisan perjuangan Sultan Bacan Ou Gahral yang menghormati para pejuang dan pemimpin dengan ikhlas adalah bagian dari ajaran Islam.
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Safiun Radjulan, dalam sambutannya mewakili Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba, menceritakan sejumlah pencapaian dalam membangun Kabupaten Halmahera Selatan, mulai dari awal Pemerintahan Plt Bupati Arif Yasin Wahid, Bupati Dr. Muhammad Kasuba, Bupati Bahrain Kasuba, Bupati Usman Sidik hingga Bupati Bassam Kasub saat ini.
Menuruntnya apa yang dicapai pemerintahan sekarang, tidak lepas dari kerja keras pemerintahan sebelumnya dan seluruh elemen yang terlibat dalam perjuangan membentuk dan membangun Kabupaten Halmahera Selatan.
Menurutnya refleksi kilas balik perjuangan pemekaran mulai dari awal sampai saat ini merupakan sebuah gagasan yang luar biasa sehingga patut di berikan apresiasi .
“Atas nama Pemkab Halmahera Selatan, memberikan apresiasi luar biasa atas gagasan ini agar seluruh masyarakat bisa tahu dan menginggat sejarah dari perjuangan pemekaran Kabupaten Halmahera Selatan,”ujar Safiun Radjulan.
Karena itu dengan kehadiran para tokoh pemekaran sebagai pembicara dalam dialog ini bisa memberikan gambaran agar masyarkat tahu kebenaran dari sebuah perjuangan pemekaran yang dimotori para tokoh salah satunya Sultan Bacan Gahral Sjah yang saat itu menjabat Bupati Maluku Utara.
“Kita patut bersyukur, hari ini banyak perbaikan dan perubahan yang telah sama-sama kita rasakan, walaupun di usia yang ke-22 tahun ini masih ada kekurangan, namun semangat tulus yang kita bawa menjadi kekuatan untuk membangun Halmahera Selatan jauh lebih maju lagi kedepan,” tandas Sekda. (Red)
















