HALSEL-MALUT, MC- Situasi tegang dilaporkan terjadi pada Minggu (26/04/2026) malam di kawasan pelabuhan perikanan Desa Panamboang Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, pasca kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan Nahkoda dan ABK Kapal ikan KM Diva alias Ade Line 02 terhadap 2 orang warga Amasing Bacan.
Ketegangan terjadi ketika puluhan orang yang mengaku keluarga korban mendatangi lokasi pelabuhan perikanan Panamboang sejak Minggu sore untuk mencari para pelaku.
Mereka tidak terima dengan aksi pemukulan terhadap kedua korban kemudian menunggu kedatangan kapal ikan tersebut untuk membuat perhitungan dengan para ABK dan Nahkoda, namun hingga pukul 23.00 Wit malam tadi kapal tersebut tidak kunjung berlabuh di pelabuhan perikanan.
Aparat kepolisian dari Polres Halmahera Selatan, diterjunkan untuk mengamankan lokasi pelabuhan untuk mencegah potensi konflik atau aksi balasan dari pihak keluarga korban.
Berdasarkan amatan media ini dilokasi pelabuhan perikanan Panamboang sejak sore hingga malam pukul 23.00 Wit terlihat puluhan orang masih berkumpul menunggu kedatangan kapal tersebut yang ditumpangi para pelaku.
Aksi ini direspon cepat aparat kepolisian dengan menerjunkan sejumlah anggota ke TKP untuk mengamankan situasi.
Kepala UPTD Balai Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Daerah Panamboang, Fahrudin Hadji yang ditemui di lokasi mencoba menenangkan massa agar tidak bertindak anarkis.
Ia berjanji akan membantu Kepolisian menyelesaikan kasus ini dengan memanggil seluruh ABK dan Nahkoda Kapal.
“Bagi yang terlibat kita akan bantu serahkan langsung ke pihak Kepolisian untuk di proses, sebagaimana laporan korban,”ungkap Fahrudin Hadji.
Diketahui hingga berita ini ditayang, pihak keluarga korban masih berada di lokasi pelabuhan perikanan Panamboang menanti hingga Kapal tiba. (*)
Penulis : Ris
Editor : Risman R. Lamitira
















