HALSEL-MALUT, MC- Jumlah pasien keracunan asal Desa Waya Kecamatan Mandioli Utara yang di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha menjadi 5 orang.
Dimana sebelunya pada hari pertama dirawat sebanyak 3 orang yang dirujuk dari Puskesmas Indong, namun dua pasien kakak beradik menyusul di hari berikutnya sehingga total menjadi 5 orang.
3 diantaranya Wa Jania Lasima (57), Arman La Bani (22) dan Wa Aca La Bani (20) dirawat di ruang Interna. Kemudian Halfian La Bani (12) dirawat di ruang anak dan Wa Risnawati La Bani (29) di rawat di ruang perawatan Intensive Care Unit (ICU).
Mereka yang dirawat saat ini masih dalam kondisi belum stabil bahkan semuanya mengalami penurunan sel darah merah atau Hemoglobin (HB rendah) 6 koma hingga 2 koma, sehingga membutuhkan banyak kantong darah.
Selain mengalami penurunan darah merah atau HB rendah, ke lima pasien juga mengalami penyakit kuning (Jaundice atau Ikterus) sehingga membutuhkan penanganan serius. Demikian disampaikan dokter spesialis penyakit dalam RSUD Labuha, dr. Taufiqurahman, Sp.PD, melalui Kabid Komunikasi Publik, Informasi dan Rekam Medis RSUD Labuha Harliani, Hi. Arwi, S.Tr. Keb didampingi Sekretaris La Ode Emi, S. ST kepada wartawan Jum’at (30/01/2026) di ruangan Tata Usaha RSUD Labuha.
Harliani bilang bahwa saat ini kelima pasien mengalami penurunan sel darah merah atau HB rendah hingga tersisa 2 koma untuk pasien atas nama Wa Risnawati La Bani yang kini di rawat di ruang ICU. Sementara 4 diantaranya HB nya 6 koma atau masih jauh dari batas normal yakni 12 hingga 14 koma.
Dalam kasus ini pihak medis curiga jangan sampai ada indikasi penyakit keturunan, sebab seluruh pasien mengalami penurunan sel darah merah atau HB rendah disertai gejala kuning diwajah, kaki dan mata.
“Untuk memastikan apakah ada pemyakit keturunan maka harus dilakukan pengecekan darah melalui Laboratorium yang di kerim ke Rumah Sakit di Manado atau Makassar,”ungkap Harliani Humas RUSD Labuha.
Sedangkan terkait dengan uji sempel makanan menurut Harliani itu merupakan tugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Halmahera Selatan untuk mencaritahu zat racun yang terkandung.
“Memang benar pasein mengalami keracunan tetapi itu sudah di tangani awal oleh Puskesmas setempat sehingga sudah membaik, nah sekarang masalahnya HB pasien semua rendah disertai penyakit kuning (jaundice atau ikterus). Ini yang harus di tindaklanjuti dokter apakah ada indikasi penyakit turunan karena dialami semua pasien dalam satu keluarga,”tutup Humas RSUD Labuha. (*)
Penulis : Ris
Editor : Risman R. Lamitira
















