HALSEL, MC – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Hasan Ali Bassam Kasuba, mengungkapkan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang menimpa 3 unit rumah warga di Kompleks Masjid Sultan Amasing Kota Bacan beberapa waktu lalu.
Rasa Keprihatinan itu disampaikan Bupati Bassam Kasuba saat meninjau lokasi kebakaran usai Shalat Jum’at berjamaah di Masjid Sultan Bacan pada Jum’at (07/03/2025).
Dalam kesempatan itu Bupati didampingi Sultan Bacan Dede Muhammad Irsyad Maulana Sjah, Staf Ahli Saiful Turuy, Kadis Damkar Indra Fahris, Kadis PTSP Naser Koda, Kadis Perkim Ikbal Hi. Mustafa, Camat Bacan dan Kepala Desa Amasing Kota.
Di lokasi kebakaran, Orang nomor satu didaerah itu berbincang bersama pemilik rumah (Korban kebakaran red), bahwa Pemerintah Kabupaten akan berupaya memberikan bantuan kepada korban.
Meski begitu Bupati juga meminta kepada pihak perusahan dalam hal ini pihak PT. Sinergi selaku Agen BBM agar ikut bertanggungjawab.
Dia menyebut Pemkab Halmahera Selatan selalu siap memberikan bantuan kepada korban, akan tetapi dalam kasus ini juga terdapat iunsur kelalaian maka pihak Perusahan harus ikut bertanggjawab.
“Kalau kita (Pemkab red) so pasti kasih bantuan karena ini menjadi tanggungjawab Pemerintah kepada masyarakat yang terkena musibah, tetapi masalah ini juga kan ada unsur kelalaian maka Perusahan juga harus bertanggungjawab,”pinta Bupati Bassam dihadapan pemilik rumah.
Bupati juga menanyakan bantuan awal Pemkab Halmahera Selatan yang diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang telah diterima pihak korban.
Pria kelahiran Islamabad Pakistan ini mengaku prihatin dengan kondisi korban yang saat ini harus menumpang tinggal di rumah keluarga karena rumahnya terbakar.
Lebih lanjut, Bupati meminta, agar korban kebakaran senantiasa bersabar dan kepada masyarakat agar selalu waspada dengan bahaya kebakaran yang terjadi kapan saja.
Diakhir pertemuan itu Bupati Bassam meminta kepada Camat Bacan dan Kades Amasing Kota agar menindaklanjuti masalah ini dengan memfasilitasi korban dengan pihak Perusahan BBM.
Diketahui penyebab kebakaran diduga akibat percikan api yang ditimbulkan saat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Mobil Tangki milik PT Sinergi ke Pangkalan Gita SMS milik warga bernama Yulianto Hadi pada tanggal 27 Februari 2025.
Namun dalam proses tersebut tiba – tiba, selang mesin gemset terlepas kemudian mengenai bagian mesin lalu menimbulkan percikan api dan langsung terbakar hingga menyebar ke pangkalan lalu membakar bagunan rumah. (Red)
















