Kesenian Ngibi, Warisan Budaya Desa Soligi di Halmahera Selatan

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tarian Ngibi

Tarian Ngibi

HALSEL-MALUT, MC- Di tengah laju perubahan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, masyarakat Desa Soligi Kecamatan Obi Selatan, memilih satu hal yang tetap dijaga: akar budayanya. Suara rentak gendang menyatu dengan alunan gong, memecah keheningan malam di pesisir Pulau Obi. Dua hari usai gema takbir Iduladha 1447 Hijriah, halaman Kantor Desa Soligi berubah menjadi panggung peradaban. Ratusan warga memusatkan perhatian pada gelanggang tempat akar identitas mereka dirawat.

Momentum ini terasa semakin bermakna karena berlangsung berdekatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Selatan pada 9 Juni 2026 Malam dimana masyarakat Desa Soligi tengah menggelar Pagelaran Kesenian Ngibi. Sebuah tradisi turun-temurun dari tanah Buton, Sulawesi Tenggara, yang dibawa oleh leluhur mereka melintasi lautan hingga mengakar kuat di Halmahera Selatan.

Sebelum tarian dimulai, suasana riuh mendadak hening. Imam Desa memimpin doa, menegaskan bahwa Tari Ngibi berkelindan erat dengan spiritualitas Islam yang dianut masyarakat setempat. Setelahnya, tokoh adat membuka gelanggang lewat hentakan pencak silat, seolah meretas jalan bagi generasi penerus di bawahnya.

Arena kemudian diisi oleh Tari Cungka yang dibawakan penari perempuan, melambangkan siklus awal kehidupan manusia di dalam kandungan. Pesan ini disambung dengan Tari Ngibi, tarian berpasangan yang merepresentasikan syukur atas ditiupkannya roh ke dalam raga. Dalam gerak gemulai Ngibi, penari laki-laki pantang menyentuh penari perempuan, sebuah simbol penghormatan tertinggi bagi perempuan sebagai perawat kehidupan.

Baca Juga:  PKS Halsel Bergerak Perkuat Ketahanan Ekonomi, Jualan Kuliner Hingga Pakaian

Tokoh adat Desa Soligi, Imam La Puasa, menjelaskan bahwa setiap gerak dan tahapan dalam kesenian Ngibi mengandung pesan moral, nilai kehidupan, serta jejak sejarah perjalanan masyarakat Buton yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Ngibi bukan sekadar hiburan. Di dalamnya ada nasihat, ada sejarah, dan ada identitas yang diwariskan oleh leluhur kami. Karena itu, tradisi ini harus terus dijaga agar anak cucu tidak melupakan asal-usulnya,” ujar La Puasa,

Ia menambahakan jika dahulu Tari Ngibi menjadi wujud syukur pascapanen raya, kini kesenian tersebut bertransformasi mewarnai berbagai perhelatan sosial, termasuk perayaan Iduladha.

Di tengah pertumbuhan kawasan dan perubahan sosial yang terus bergerak, masyarakat Soligi menunjukkan bahwa pembangunan tidak harus memutus hubungan dengan identitas budaya.

Usai perenungan filosofis lewat tari, gelanggang kembali bergemuruh. Giliran anak-anak Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) unjuk gigi beradu pencak silat. Diiringi sorak-sorai ratusan warga, adu ketangkasan ini hadir bukan sebagai ajang untuk saling melukai, melainkan simbol sportivitas dan semangat ksatria generasi muda Soligi.

Baca Juga:  Wartawan Halsel Turun Tangan Lakukan Pencarian Sahril Helmi, Sisir Perairan Gane Barat Utara dan Makayoa

Harmoni Kearifan Lokal di Tengah Laju Industri

Bagi Kepala Desa Soligi, Madaisi La Siriali, kemeriahan malam itu adalah wujud perjuangan melawan abrasi budaya.

“Kegiatan yang didukung Harita Nickel ini merupakan kerja sama pemerintah desa dan tokoh adat. Mari kenali dan lestarikan identitas kita, untuk membina generasi muda agar terus menjaga budayanya,” tuturnya.

Pagelaran ini memang tidak berdiri sendiri. Ia terwujud berkat kolaborasi masyarakat dengan entitas industri setempat, Harita Nickel. Di tengah tumbuhnya kawasan industri, masyarakat Soligi menunjukkan bahwa perubahan tidak harus memutus hubungan dengan akar budaya. Kehadiran industri justru mengambil peran sebagai katalisator yang memastikan kearifan lokal tetap bernafas.

Menegaskan komitmen tersebut, Community Relations Supervisor Harita Nickel, Wigit Yan Sukmawan, menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan bersandar pada penghormatan terhadap kearifan lokal.

“Bagi kami, budaya lokal adalah bagian dari identitas masyarakat yang perlu dijaga bersama. Tari Ngibi bukan sekadar pertunjukan, tetapi warisan nilai dan sejarah masyarakat Soligi. Karena itu, perusahaan ingin turut mendukung agar tradisi ini tetap hidup dan terus dikenal oleh generasi muda,” ujar Wigit.

Baca Juga:  Kabar Baik Halmahera Selatan Segera Miliki Kantor Imigrasi

Di tengah perubahan yang terus bergerak di Halmahera Selatan, ruang-ruang budaya seperti ini menjadi pengingat bahwa pembangunan juga perlu berjalan berdampingan dengan upaya menjaga identitas masyarakat. Sebab yang diwariskan kepada generasi muda bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga nilai, tradisi, dan akar budaya yang membentuk kehidupan sosial masyarakat pesisir.

Malam semakin larut, namun gelanggang di Soligi tak kunjung sepi. Diiringi tabuhan gong, anak-anak dan remaja masih bergantian menari dan memainkan pencak silat di hadapan warga. Mereka bukan sekadar tampil dalam sebuah pagelaran, tetapi sedang belajar mengenali warisan budaya yang telah lama hidup di Halmahera Selatan, khususnya di pesisir Obi. Di tangan generasi muda inilah, tradisi itu dijaga agar tetap hidup dan terus berdenyut dari satu generasi ke generasi berikutnya.  (*)

Facebook Comments Box

Penulis : Tim

Editor : Risman R. Lamitira

Berita Terkait

Kepala LAN RI Puji Bupati Bassam, Sebut Tata Kelola ASN Halsel Terbaik
Dinyatakan Lulus, 40 Peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 Resmi Kembali ke OPD Masing-Masing
Luar Biasa Desa Silang Raih Penghargaan Terbaik Pertama Katagori Penerima Jamsostek Award 2026
Tokoh-Tokoh Buton di Halsel Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih Kepada Bupati Bassam
Bupati Bassam Geram Diduga Ada Provokator di Internal Birokrasi
Bupati Bassam Puji SDM Orang Buton di Halsel, Kuasai Sektor Ekonomi Hingga Pemerintahan
Pelantikan KKST Halsel, Ketika Cakalele dan Silat Buton Bertemu Di Rumah Besar Saruma
Ini Pesan Menyentuh Sultan Bacan Kepada Pengurus KKST Halsel

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:54 WIB

Kepala LAN RI Puji Bupati Bassam, Sebut Tata Kelola ASN Halsel Terbaik

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:00 WIB

Dinyatakan Lulus, 40 Peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 Resmi Kembali ke OPD Masing-Masing

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:21 WIB

Luar Biasa Desa Silang Raih Penghargaan Terbaik Pertama Katagori Penerima Jamsostek Award 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 19:46 WIB

Tokoh-Tokoh Buton di Halsel Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih Kepada Bupati Bassam

Senin, 27 Juli 2026 - 09:45 WIB

Bupati Bassam Geram Diduga Ada Provokator di Internal Birokrasi

Berita Terbaru