HALSEL – MALUT, MC- Puluhan warga Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Kamis (02/07/2026) menyatakan penolakan terhadap kehadiran organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) di wilayah mereka. Penolakan itu diwujudkan melalui aksi bentang spanduk dan penyampaian sikap terbuka sebagai bentuk keresahan atas dinamika sosial yang berkembang belakangan ini.
Dalam aksi tersebut, warga membawa sejumlah spanduk berisi penolakan terhadap aktivitas WALHI di Kawasi. Mereka menilai kehadiran organisasi tersebut tidak membawa dampak positif bagi masyarakat, bahkan dinilai memperkeruh situasi sosial dan memicu ketegangan di tengah warga.
Salah satu warga Kawasi, Dalfa Jouronga, mengatakan masyarakat saat ini sudah lelah dengan berbagai narasi yang dinilai justru mengadu domba sesama warga, baik antara masyarakat Kampung Lama maupun warga yang kini tinggal di kawasan Ecovillage.
“Kami merasa resah dengan keberadaan WALHI karena diduga menjadi provokator yang mengadu domba masyarakat Kawasi. Padahal yang kami butuhkan sekarang adalah hidup tenang, aman, dan bisa membangun desa bersama-sama,” ujar Dalfa.
Menurut Dalfa, masyarakat Kawasi saat ini lebih membutuhkan suasana yang kondusif agar pembangunan desa dapat berjalan baik, serta hubungan sosial antarwarga tetap terjaga.
“Jangan jadikan Kawasi sebagai ruang kepentingan. Kami ingin hidup rukun, menjaga kekeluargaan, dan memastikan desa ini berkembang dengan damai,” lanjut Dalfa.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat Kawasi, Bambang Bakir, menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menentukan arah pembangunan dan masa depan desa mereka tanpa campur tangan pihak luar yang dinilai membawa agenda tertentu.
Ia menilai, yang dibutuhkan warga saat ini adalah solusi nyata dan dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan, bukan narasi yang justru memperbesar konflik di tengah masyarakat.
“Kami warga Kawasi menjunjung tinggi keamanan dan kedamaian. Kalau datang hanya untuk memprovokasi, membuat gaduh, lalu memecah belah kerukunan yang sudah kami rawat, lebih baik tidak usah masuk ke kampung kami. Jika tidak membawa solusi apa pun untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di sini, kami minta dengan tegas untuk angkat kaki,” ujar Bambang Bakir.
Lanjut Bambang menambahkan, masyarakat Kawasi ingin menjaga persatuan dan memastikan kehidupan sosial tetap harmonis di tengah berbagai perubahan yang terjadi di wilayah mereka.
Dalam tuntutannya, Ia menegaskan, warga Kawasi berkomitmen penuh untuk membentengi desa mereka dari segala bentuk infiltrasi yang mengancam persatuan dan keharmonisan masyarakat.
Aksi ini menjadi penegasan bahwa bagi sebagian warga Kawasi, isu yang berkembang saat ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal menjaga kohesi sosial dan memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi desa untuk memperuncing perbedaan. (*)
Penulis : Tim
Editor : Risman R. Lamitira
















