Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angki, Yokber dan Sifa

Angki, Yokber dan Sifa

HALSEL-MALUT, MC-  Di Pulau Obi Halmahera Selatan, sebagian perjalanan kerja dimulai dari kesempatan yang sederhana, lalu berkembang seiring waktu dan pengalaman di lapangan. Bagi sebagian masyarakat lokal, proses ini bukan sesuatu yang instan, tetapi berjalan bertahap, mengikuti dinamika industri yang terus tumbuh.

Salah satu cerita datang dari Frangi Cako, pemuda asal Kawasi. Ia memulai pekerjaannya di Harita Nickel pada 2015 sebagai anggota security, saat usianya masih 18 tahun.

Seiring waktu, pengalaman dan kedisiplinan yang ia bangun perlahan membawanya ke tanggung jawab yang lebih besar. Dari anggota, ia dipercaya menjadi Komandan Regu, hingga pada September 2025 menjabat sebagai Supervisor Security.

“Di Industrial Sektor 3, kami semua berjumlah 43 personil. Kami bertugas di tempat-tempat strategis perusahaan,” ucap pria 29 tahun menceritakan tugasnya sekarang, Sabtu (16/05/2026).

Angki, sapaan akrab Frangi Cako, menekankan tugasnya yang bukan sekadar duduk di pos jaga. Hal yang mungkin banyak orang berpikir bahwa itulah tugas security. Tanggung jawab yang ia emban meliputi pengaturan personel, koordinasi safety, hingga urusan administrasi perkantoran.

“Kami juga difasilitasi kursus komputer untuk menunjang kerja administrasi. Belajar komputer ini tak pernah saya rasakan sejak sekolah. Tapi di Harita Nickel, kita diajari cara mengoperasikan komputer,” jelasnya.

Lanjut Angki menepis tudingan miring yang beredar bahwa tenaga kerja lokal tidak terpakai di perusahaan. Mencontohkan dirinya sendiri yang hingga saat ini masih bekerja, bahkan mampu mencapai posisi strategis.

“Saya ini warga asli Kawasi Obi, lahir dan besar di Kawasi. Menduduki jabatan sampai pada level supervisor menandakan bahwa saya diterima dengan baik dan putra daerah berpeluang juga di sini. Yang harus kita tunjukkan adalah dedikasi dan bekerja keras, bukan banyak mengeluh,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemkab Halsel Kembali Buka Pelayanan Cetak e-KTP di Kecamatan Terluar

Berdedikasi dan kerja keras menjadi pesan penutupnya untuk generasi muda di Pulau Obi. “Saya butuh lebih dari 10 tahun untuk menempati posisi sekarang. Saya juga masih ingin terus berkarier. Kita harus berproses dari bawah, pengalaman-pengalaman dari bawah yang membawa kita naik,” tutup anak kedua dari lima bersaudara ini.

Dari Lapangan ke Peran Pengawasan

Cerita lain datang dari Yokber Cecene, warga Kawasi Obi yang kini bekerja sebagai Supervisor di Construction & Engineering. Pengalaman dan tantangannya selama bekerja di Harita Nickel menjadi cerita yang menarik.

Ia masuk Harita Nickel pada 2007. Kala itu kurang lebih 50 warga Kawasi direkrut, Yokber adalah salah satunya. Mereka keluar masuk hutan, membangun fondasi awal untuk kiprah Harita Nickel saat ini.

“Saya mulai dari pekerjaan paling awal. Sekarang saya memimpin tim yang terdiri dari beberapa foreman dan kru,” jelas Yokber Cecene.

Semasa kerja, Yokber bilang banyak berurusan dengan konstruksi. Jembatan Akelamo yang menghubungkan Kawasi dan Soligi termasuk buah dari kerja keras timnya. Ia selalu bertanggung jawab jika tugas diberikan. Dedikasi itu yang mengantar Yokber menduduki posisi strategis seperti sekarang.

“Waktu awal kerja saya masih bujang. Sekarang anak saya sudah mau lulus SMA. Dia sekolah di Yogyakarta. Anak saya bercita-cita masuk sekolah penerbangan, semoga impiannya terwujud,” aku Yokber penuh bangga.

Baca Juga:  Ini Yang di Lakukan Doktor Daud Djubedi Terhadap Pegawai Disnakertrans Halsel

Masih Yokber mengaku kondisi perekonomian keluarganya sudah sangat baik. Istrinya juga membuka usaha dagang sembako di kawasan ekonomi yang berdekatan Pemukiman Baru Desa Kawasi, tempat tinggalnya. Usaha mereka berkembang dengan cukup baik.

Ia juga berharap, generasi muda Pulau Obi punya karier yang cemerlang di Harita Nickel. Asalkan punya keinginan untuk berkembang dan berdedikasi terhadap pekerjaan.

“Keluarga saya ada dua orang yang jadi foreman, sebagian juga bekerja pada posisi yang menjanjikan jenjang karier. Tetangga saya juga bekerja di sini. Sudah banyak orang Kawasi yang berkarier di perusahaan. Generasi muda Pulau Obi juga bisa bekerja di Harita Nickel,” pungkasnya dengan senang.

Karyawan Magang dari Soligi yang Bisa Bahasa Mandarin

Sementara itu, dari Desa Soligi, Sifa Sahbila Amirudin menjalani langkah awalnya melalui jalur yang berbeda. Di usia 19 tahun, ia mengikuti program PELITA (Peningkatan Keahlian dan Keterampilan), sebuah program pelatihan yang difokuskan pada peningkatan keterampilan, termasuk bahasa Mandarin. Saat ini, Sifa adalah karyawan magang di Departemen HRGA di Site Obi.

$Saya ikut program PELITA itu enam bulan. Sebelum program bahasa Mandarin, saya juga ikut kursus komputer yang dibuka CSR Harita Nickel. Saya memilih kursus pada dua keahlian itu karena menurut saya sangat relevan dengan kebutuhan komunikasi industri di Pulau Obi saat ini,” ucap Sifa Sahbila.

Usai lulus SMA, Sifa mengaku sebenarnya punya keinginan untuk melanjutkan kuliah. Namun keterbatasan ekonomi membuat dirinya harus menahan niat tersebut. Kesempatan magang sebagai penerjemah Mandarin menjadi pengalaman baru yang sebelumnya tidak ia bayangkan. Dari situ, ia mulai melihat kemungkinan yang lebih luas untuk pengembangan dirinya. Dengan menjadi karyawan magang, ia berharap bisa menambah pengalaman dan peningkatan kualitas berbahasa Mandarin.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Halsel, Honda Beat Vs Honda CRV Tiga Orang Tewas

“Kesempatan ini adalah bekal yang sangat berharga bagi saya. Saya ingin terus berkembang dan berharap kedepan dari hasil yang saya raih dan pengalaman-pengalaman yang didapat, saya bisa mengembangkan karier di tempat manapun, termasuk di Harita Nickel,” harap Sifa.

Anak pertama dari empat bersaudara ini mengaku awalnya takut menjadi karyawan magang. Sempat terbersit pikiran kalau karyawan-karyawan yang lain pasti jahat kepadanya karena dia hanya karyawan magang. Tapi itu tidak pernah terjadi.

“Banyak karyawan yang membantu saya. Mengarahkan, bahkan mengajak saya untuk diskusi, apabila ada kendala dalam pekerjaan. Mereka menerima saya dengan sangat baik,”katanya.

Lanjut Sifa juga merasa apa yang dia dapat saat ini akan sangat membantu perekonomian keluarganya. Ia tak lagi merepotkan kedua orang tua, atau bahkan mampu menopang ekonomi keluarga.

Kisah Angki, Yokber dan Sifa, adalah potret bahwa di tengah berkembangnya industri nikel di wilayah ini, semakin banyak generasi lokal yang tidak lagi sekadar menjadi penonton, tetapi turut menjadi bagian dari pembangunan. Mereka kini benar-benar menjadi tuan rumah di tanah kelahirannya sendiri.  (*)

Facebook Comments Box

Penulis : Ris

Editor : Risman R. Lamitira

Berita Terkait

Kepala LAN RI Puji Bupati Bassam, Sebut Tata Kelola ASN Halsel Terbaik
Dinyatakan Lulus, 40 Peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 Resmi Kembali ke OPD Masing-Masing
Luar Biasa Desa Silang Raih Penghargaan Terbaik Pertama Katagori Penerima Jamsostek Award 2026
Tokoh-Tokoh Buton di Halsel Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih Kepada Bupati Bassam
Bupati Bassam Geram Diduga Ada Provokator di Internal Birokrasi
Bupati Bassam Puji SDM Orang Buton di Halsel, Kuasai Sektor Ekonomi Hingga Pemerintahan
Pelantikan KKST Halsel, Ketika Cakalele dan Silat Buton Bertemu Di Rumah Besar Saruma
Ini Pesan Menyentuh Sultan Bacan Kepada Pengurus KKST Halsel

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:54 WIB

Kepala LAN RI Puji Bupati Bassam, Sebut Tata Kelola ASN Halsel Terbaik

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:00 WIB

Dinyatakan Lulus, 40 Peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 Resmi Kembali ke OPD Masing-Masing

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:21 WIB

Luar Biasa Desa Silang Raih Penghargaan Terbaik Pertama Katagori Penerima Jamsostek Award 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 19:46 WIB

Tokoh-Tokoh Buton di Halsel Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih Kepada Bupati Bassam

Senin, 27 Juli 2026 - 09:45 WIB

Bupati Bassam Geram Diduga Ada Provokator di Internal Birokrasi

Berita Terbaru