HALSEL-MALUT, MC- Pengurus Asosiasi Gemstone Kolano Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara periode 2026–2031 resmi dikukuhkan oleh Ompu Sultan Bacan ke-22, Muhammad Irsyad Maulana Sjah selaku Penasehat.
Pengukuhan dengan tema “Bacan Mendunia Masyarakat Sejahtera, Budaya Terjaga,” ini di hadiri langsung Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba dan para Forkopimda bertempat di Aula Kantor Bupati pada Jum’at (30/01/2026).
Dalam pengukuhan tersebut menetapkan M. Husni Muslim, S.Pd. M.Pd.I, sebagai Ketua Umum Asosiasi Gemstone Kolano Bacan, kemudian Julkifli selaku Sekretaris Umum dan Ical Gemtons Bendahara Umum.
Pengukuhan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam upaya menjadikan batu Bacan sebagai identitas budaya, juga penggerak ekonomi masyarakat Halmahera Selatan terutama warga Kasiruta.
Ketua Panitia kegiatan pengukuhan, Subhan Saleh, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan asosiasi ini bertujuan menyatukan para pelaku usaha batu Bacan dalam satu wadah resmi yang berorientasi pada pelestarian budaya, penguatan ekonomi, dan legalitas usaha.
Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Gemstone Kolano Bacan, M. Husni Muslim, S.Pd. M.Pd.I, mengaku siap mengemban amanah ini dan akan melakukan kerja-kerja nyata dilapangan bersama pengurus.
Husni yang juga Ketua Gema Suba Kesultanan Bacan ini bilang keberadaan asosiasi diharapkan mampu menjaga kesinambungan ekonomi masyarakat, sekaligus mencegah eksploitasi yang merusak nilai budaya dan lingkungan.
Dia menyebut dalam perjalanan sejarah ada yang terlupakan kalau batu bacan ini sebenarnya bukan sekedar batu mulia tetapi dia tidak bisa dilepaskan dari sosok Sultan Bacan itu sendiri.
Senada disampaikan Ompu Sultan Bacan, Muhammad Irsyad Maulana Sjah, bilang pentingnya peran para pengusaha batu bacan untuk berjiwa wirausaha sekaligus berlandaskan adat dan budaya.
Sultan Bacan ke-22 ini menilai, pengelolaan batu Bacan harus dilakukan secara strategis agar mampu mengangkat citra Bacan di tingkat nasional hingga internasional.
“Batu bacan adalah identitas. Dan cara mengelolanya harus beradab, berbudaya, dan berpikir jauh ke depan,” pinta Sultan Bacan dengan nada mengajak.
Lanjut ia juga mendorong agar Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memasukkan batu bacan sebagai bagian utama dalam setiap Festival dan event promosi daerah, sehingga dapat dikenal luas sebagai icon budaya dan ekonomi Bacan.
Sementara itu Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba, menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus Asosiasi Gemstone Kolano Bacan periode 2026-2031 yang baru sja di kukuhkan.
Orang nomor satu di Bumi Saruma ini menegaskan bahwa batu bacan memiliki keunikan dan ciri khas yang tidak dimiliki batu mulia lainnya. Selama ini, kata dia, batu Bacan dikelola oleh warga lokal dan telah menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Bupati bilang jika kira bicara batu bacan kekayaan historis ini sangat luar biasa tetapi memang selama ini kita selalu sibuk pada aspek perdagangannya bagimana kita bisa masuk lobang dan ambil hasil kemudian jual.
“Kita memang tidak bisa munafikan kalau batu bacan ini sudah mendunia, tidak ada batu akik lain di indonesia yang mampuh menandingi batu bacan,”ucap Bupati Bassam Kasuba.
Dirinya juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten untuk fokus pada regulasi, penataan kawasan tambang, peta wilayah, serta jenis perizinan, guna memastikan aktivitas penambangan batu bacan berjalan secara legal, tertib, dan berkelanjutan. (*)
Penulis : Ris
Editor : Risman R. Lamitira
















