HALSEL-MALUT, MC- Ada yang tidak beres dengan kinerja para wakil rakyat DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, saat menyampaikan hasil serap aspirasi atau Reses tahun 2026.
Dimana aspirasi yang disampaikan melalui rapat Paripurna ke-2 masa persidangan I tahun 2026 yang di pimpin Wakil Ketua I Muslim Hi. Rakib, didampingi Ketua DPRD Salma Samad dan Wakil Ketua II, Fadila Mahmud, bertempat di ruang sidang Paripurna Sekretariat DPRD Halmahera Selatan dihadiri Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin pada Senin (02/03/2026) sore tadi berlangsung dengan tensi tinggi.
Aksi protes disertai interupsi dari masing-masing anggota kepada pimpinan sidang dilancarkan secara bertubi-tubi tersebut dikarenakan perbedaan pendapat mengenai mekanisme penyampaian hasil Reses yang dibacakan juru bicara masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil).
Hanya saja sebagian anggota meminta supaya sidang Paripurna dilanjutkan namun hasil Reses tidak perlu di bacakan ke publik sementara lainnya mendesak supaya Paripurna ditunda namun temuan yang menjadi aspirasi itu di beberkan agar di ketahui publik dan Pemerintah jika sidang dilanjutkan.
Seperti Fraksi PKS, dua anggotanya Iwan Nan dan Munawir Bahar Kasuba meminta supaya Paripurna dilanjutkan tanpa membacakan rincian hasil Reses. Usulan itu di tantang Anggota Fraksi PKS lainya Muhammad Yusuf Nijar meminta agar sidang Paripurna di tunda dan juru bicara membacakan hasil Reses secara detail agar diketahui publik.
Aspirasi yang sama juga disampaikan Anggota DPRD Safri Talib PKB, Irawan Adam (Perindo), Irfan Djalil (PAN), Yulianto Tiwouw (Hanura) mendesak agar Paripurna di tunda. Sementara Anggota DPRD Sagaf Hi. Taha (Golkar), Siska Tendean (Nasdem), Masdar Mansur (PDIP), Haryadi Hi. Ibrahim (PDIP) Yoner Muneri (PSI) dan Ruslan Muchdar (Gerindra) mendesak Pimpinan sidang agar Paripurna tetap dilanjutkan.
Berdasarkan hasil voting sebanyak 7 orang Anggota DPRD menyatakan sidang Paripurna dilanjutkan sedangkan 6 orang menolak.
Dengan mengacu pada jumlah suara terbanyak sidang akhirnya dilanjutkan hamya saja hasil Reses yang dibacakan masing-masing juru bicara tidak menyebutkan secara rinci apa yang dibutuhkan masyarakat.
Anggotta DPRD Halmahera Selatan, asal Dapil Obi, Muhammad Yusuf Nijar menyampaikan kekesalannya kepada pimpinan DPRD.
Menurutnya Paripurna penyampaian hasil Reses tahun 2026 yang digelar DPRD Halmahera Selatan terkesan hanya seremonial saja karena tidak membacakan secara detail rincian kebutuhan aspirasi masyarakat setiap Desa.
Padahal ada banyak aspirasi masyarakat yang disampaikan pada setiap anggota DPRD untuk disampaikan kepada Pemerintah.
“Jujur saja saya sedikit kecewa, karena hasil Reses ini tidak dibuka ke publik, padahal media juga harus tahu apa saja yang dibutuhkan masyarakat di Desa,”ujar Wakil rakyat asal PKS ini dengan nada kesal.
Hadir dalam kesempatan itu Sekda Dr. Abdillah Kamarullah, Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli dan Pimpinan OPD. (*)
Penulis : Ris
Editor : Risman R. Lamitira
















