HALSEL-MALUT, MC- Sekolah mestinya menrjadi tempat belajar yang nyaman bagi para siswa untuk bisa menyerap pelajaran dengan maksimal. Akan tetapi rasa nyaman ini rupanya tidak bisa dinikmati oleh siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 39 Halmahera Selatan Desa Soligi Obi Selatan.
Pasalnya bangunan kelas sekolah yang biasanya mereka tempati sudah lama mengalami kerusakan cukup berat sehingga kini tidak lagi digunakan dengan alasan keselamatan siswa-siswi.
Berdasarkan data dan laporan warga orang tua murid yang dikantongi media Mancuana.Id, menyebutkan bahwa kondisi ini sudah lama terjadi dan tidak ada perhatian untuk dilakukan renovasi.
Tercatat ada 3 bangunan ruang kelas yang tidak lagi digunakan karena sudah tidak layak sebab mengalami kerusakan pada dinding bangunan dan juga atap seng bocor.
“Tiang bangunan sudah retak, begitu pula atap seng bocor,”ujar Arsad salah satu orang tua murid, Jum’at (13/02/2026).
Munurudnya total ada 8 ruang kelas, 3 mengalami kerusakan, 1 ruangan digunakan sebagai ruang laboratorium sehingga tersisa hanya 5 ruang kelas.
Dengan hanya 5 ruang kelas jelas ini tidak berimbang dengan jumlah siswa yang ada sekarang dimana untuk siswa kelas VII, VIII dan IX masing-masing berisikan 2 bangunan ruang kelas.
“Normalnya harus ada 6 kelas karena setiap kelas ada dua ruangan sekrang tersisa 5 ruang kelas,”ungkapnya.
Lanjut dia selain ruang kelas, pagar sekolah juga sudah ambruk akibat bencana banjir tahun lalu.
Olehnya itu atas nama warga dan orang tua siswa kami mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan, melalui Dinas Pendidikan segera mengambil langkah perbaikan dan renovasi 3 bangunan ruang kelas yang rusak, agar supaya proses belajar mengajar berjalan lancar.tidak terganggu. Begitu pula dengan pagar sekolah agar secepatnya di bangun jika tidak maka ini juga membuat siswa tidak aman,”pintanya sseraya berharap. (*)
Penulis : Ris
Editor : Risman R. Lamitira
















