Jeritan Tangis 10 Warga Korban Banjir Desa Labuha, Kedinginan di Tenda Tanpa Selimut 

Jumat, 4 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komdisi Tenda Pengungsian Yang di Tempati 10 Warga Desa Labuha

Komdisi Tenda Pengungsian Yang di Tempati 10 Warga Desa Labuha

HALSEL, MC – Air mata Ona Daud (49) pecah tatkala bercerita soal peristiwa pahit yang menimpa dirinya bersama Keluarga yang kini tinggal di tenda pengungsian.

Saat berbincang dengan media ini terlihat sorotan mata wanita yang tinggal di RT 01 Desa Labuha, Bacan itu memantulkan kesedihan yang mendalam.

Disamping menginggat rumah yang puluhan tahun ditinggal hancur akibat ambruk tersapu banjir pada tanggal 22 Juni 2025 lalu.

Dirinya juga menyampaikan kondisi terkini bersama keluargannya berjumlah 10 orang yang masih tinggal di tenda pengungsian dalam keadaan memprihatinkan.

“Peristiwa ini merupakan titik terendah dalam hidup kami, dimana saya dan keluarga benar tidak punya apa – apa,”ungkap Ona Daud warga korban banjir asal Desa Labuha dengan mata berkaca – kaca kepada wartawan Kamis (03/07/2025).

Baca Juga:  Buka Forum OPD Untuk Rancangan Awal RKPD 2026, Bupati Bassam Minta Pimpinan OPD Stop Budaya Copy Paste

Dia menuturkan setelah rumah mereka ambruk disapu banjir, dia bersama keluargannya yang berjumlah 10 orang tidak bisa lagi tinggal di rumah.

Begitu juga dengan pakain dan barang lainnya sebagian besar tidak bisa diselamatkan karena terbawa banjir.

Untuk menyambung hidup dia bersama keluarga terpaksa tinggal di tenda pengungsian yang dibuat pihak BPBD beralas lantai tripleks dan dibalut terpal ini didirikan dilahan milik orang sejak tanggal 29 Juni lalu.

Anehnya meski sudah 6 hari berada di tenda pengungsian, sebagian dari mereka terpaksa tidur beralaskan terpal, karena hanya mendapat 4 buah tikar dan 2 buah kasur berukuran satu badan. Sedangkan selimut tidak ada sama sekali.

“Torang ada 10 orang, hanya dikasih tikar 4 buah dan kasur ukuran satu badan dua buah tanpa selimut,”beber Ona dengan nada heran.

Baca Juga:  Forum Mahasiswa Kota Tidore Cabang Manado Resmi Dilantik, Ini Susunan Pengurusnya

Parahnya lagi kondisi tenda bantuan Kemensos itu jika hujan turun airnya masuk kedalam tenda melalui lubang jendela, menyebabkan mereka tidak bisa tidur karena basah.

Disamping itu fasilitas air bersih dan MCK berupa.kamar madi serta WC juga tidak ada sehingga jika mau buang air kecil atau besar terpaksa numpang di rumah warga atau ke pantai.

“Untuk minum, masak dan nyuci piring kita tiap hari beli air gelon mengunakan uang pribadi, sedangkan untuk cuci pakaian terpaksa numpang di rumah warga,”tandasnya.

Padahal ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan utama yang sangat dibutuhkan bagi warga terdampak bencana banjir di lokasi pengungsian.

Dia juga bilang bahwa semenjak bencana banjir terjadi tanggal 22 Juni lalu sampai saat ini mereka sama sekali belum mendapatkan obat maupun pelayanan kesehatan dari tim medis atau Puskesmas.

Baca Juga:  Bassam-Helmi Cetak Hattrick, Pemkab Halsel Borong Tiga Penghargaan, Ini Katagorinya

“Untuk ketersediaan logistik makanan juga sudah mulai menipis,”tambahnya.

Olehnya itu dia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, dalam hal ini Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, agar dapat memperhatikan kebutuhan mereka selama berada di tenda pengungsian.  (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KPU dan Pemkab Halsel Teken Perjanjian Hibah Daerah Non Tahapan Pemilihan
Bupati Bassam Buka Diklat Paskibraka 2026
Akademisi Unkhair Sebut Perubahan Warna Air Laut di Pulau Obi Murni Fenomena Alam Blooming Alga
Kepala LAN RI Puji Bupati Bassam, Sebut Tata Kelola ASN Halsel Terbaik
Dinyatakan Lulus, 40 Peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 Resmi Kembali ke OPD Masing-Masing
Luar Biasa Desa Silang Raih Penghargaan Terbaik Pertama Katagori Penerima Jamsostek Award 2026
Tokoh-Tokoh Buton di Halsel Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih Kepada Bupati Bassam
Bupati Bassam Geram Diduga Ada Provokator di Internal Birokrasi

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:21 WIB

KPU dan Pemkab Halsel Teken Perjanjian Hibah Daerah Non Tahapan Pemilihan

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:24 WIB

Bupati Bassam Buka Diklat Paskibraka 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Akademisi Unkhair Sebut Perubahan Warna Air Laut di Pulau Obi Murni Fenomena Alam Blooming Alga

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:54 WIB

Kepala LAN RI Puji Bupati Bassam, Sebut Tata Kelola ASN Halsel Terbaik

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:00 WIB

Dinyatakan Lulus, 40 Peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 Resmi Kembali ke OPD Masing-Masing

Berita Terbaru

Bupati Bassam Didampingi Wabup Helmi dan Sekda Abdillah Kamarullah Buka Diklat Paskibraka 2026

Daerah

Bupati Bassam Buka Diklat Paskibraka 2026

Senin, 3 Agu 2026 - 22:24 WIB