TERNATE, MC – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate resmi mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem diwilayah Maluku Utara berlaku mulai tanggal 9 sampai 11 Oktober 2025.
Dimana Warga Maluku Utara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Imbauan ini disampaikan Petugas Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate, Muhammad Fauzi Bintiang menyampaikan, kondisi umum terpantau adanya Siklon Tropis Halong di wilayah Samudera Pasifik Barat Laut dan terdapat daerah tekanan rendah di Samudera Pasifik sebelah Utara Papua.
Kondisi tersebut menyebabkan terbentukknya daerah belokkan angin dan pertemuan massa udara di wilayah Maluku Utara yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan dan kecepatan angin di beberapa wilayah Maluku Utara.
Adapun wilayah yang berpotensi hujan sedang-lebat disertai petir dan angin kencang pada Kamis besok 9 Oktober 2024 diantaranya Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara; meliputi Loloda Utara, Galela, Tobelo, Kao, dan Malifut.
Kemudian Kabupaten Halmahera Barat di antaranya Loloda, Ibu dan Jailolo, Kabupaten Halmahera Timur; Maba, Buli dan Wasile. Kabupaten Halmahera Tengah; Patani, Gene, dan Weda.
Selanjutnya Kota Ternate meliputi Batang Dua, Pulau Hiri dan Moti serta Kota Tidore; Tidore hingga Sofifi dan daratan Oba.
Kemudian Kabupaten Halmahera Selatan; Bacan, Pulaua Gane, Widi dan Obi serta Kabupaten Kepulauan Sula; meliputi Sanana dan Mangoli.serta Kabupaten Pulau Taliabu; Taliabu Selatan, Taliabu Utara dan Taliabu Timur.
Untuk di tanggal 10 Oktober 2025 wilayah di Maluku Utara berpotensi hujan sedang-lebat disertai petir dan angin kencang di antaranya Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Barat meliputi Loloda, Ibu dan Jailolo.
Kemudian Kabupaten Halmahera Timur; Maba dan Wasile. Kabupaten Halmahera Tengah meliputi Gebe, Patani dan Weda serta Kota Ternate; Batang Dua, Pulau Hiri dan Moti.
Begitu juga denga di Kabupaten Halmahera Selatan; Bacan, Kasiruta, Makian, Kayoa, Gane, Widi dan Obi serta Kota Tidore Kepulauan; Oba hingga Kabupaten Kepulauan Sula; Sanana dan Mangoli.
Sementara di tanggal 11 Oktober 2025 cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Pulau Morotai. Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Timur, Maba, Kabupaten Halmahera Tengah dan Kabupaten Pulau Taliabu. (Red)
















